Jumat, 21 Desember 2012

Friendzone


Good nighhhhht. Apa kabar semuanyaaaaahhhhhhh?

Langsung ajadeh, i’ll tell you about my scary-disgusting-and maybe the worst feeling i’ve ever had.

Friendzone. Mungkin friendzone itu hal yang paling dibenci oleh para jomblo-ers indonesia (termasuk gue). Do u know that? Yes. Friendzone adalah suatu keadaan dimana kita mencintai teman kita, namun dia hanya menganggap teman. Ya. Cuma teman. Dan tak lebih. Tau ngenes? Ya, ini namanya ngenes-stadium-akut.

Okay, next chapter. Masuk ke masalah ‘kalo-suka-ngomong-aja-kali.’

Kalo kata @dwitasaridwita sih ‘karena setiap manusia harus punya keberanian.....setidaknya untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan.’

Selalu bersikap jujur kepada siapapun adalah tanda dari orang yang berjiwa besar dan lapang dada. (berarti gue orang yang berjiwa besar, :P). Berjiwa besar itu maksutnya, siap menerima resiko apapun yang akan diterima:-)

And....i’ve do that. Gue udah bersikap jujur.

Tapi sebenernya i’m trying not to tell you, but i want to. I’m scared of what you’ll say. So i’m hiding what i’m feeling but i’m tired of holding this inside my head. (Fallin’ for you – Colbie Caillat).

Namun, bukan aku tidak ingin berusaha. Karena pada dasarnya, cinta tidak baik jika dipaksa.
Dan sekali lagi. Cinta-itu-gabisa-dipaksa. Ya. Gabisa-dipaksa. #mencermati

“Namun yang saya rasakan tidaklah terlalu cepat. Karena cinta selalu datang pada waktu yang tepat; bahkan pada pertemuan yang amat singkat.” – richel.

Kembali ke masalah utama. Friendzone. Ya. Gue mengakui lagi kena demam friendzone. (demam dut? | yoi B) udah jadi anak gaul jaman sekarang  belom tuh | gaul sih gaul tapi ga ngenes gitu juga kaleee | KAMPRET).

Friendzone itu  mencintai (cinta?luebay) teman kita. Ya. Teman-kita. Kalo kata dwita sih friendzone sebenernya lebih menyenangkan daripada pacaran. Ga perlu ikatan tapi saling memerhatikan. ITU!
Jleb banget kata kata dwita. Ampe nusuq loh ini.:)

Oh iya gue belom cerita. Waktu gue nulis ini, posisinya lagi ada di kuki bakery. Pada tau gak dimana? Yah gak gaul pada gatau tempatnya. Hihi. Itu toko donat di daerah kaliurang,bro. Dan seperti biasa, sedang bersama teman tercinta. Adinda larasati. Sebut saja, dinda. Sohib sesohib sohibnya sohib ya dinda ini. Kemana mana berdua. Nempel kaya perangko. Kurang sweet apa coba?:’) (yayalah secara sekosan,sekampus,sejurusan,sekelas!) tapi bukan karna itu aja nyet, karna gue ngerasa nyaman temenan sama dinda. Hehe. #senyumimut. Dan di kuki bakery ini, betapa biadabnya orang orang pacaran disini. Menunjukkan berbagai gerakan kemesraan, tanpa memerdulikan perasaan jomblo yang bernama fidut yang lagi terlibat konflik batin disini.:”) (woy,lebay!)

Oh iya, ada yang mau -aku- bilang ke -kamu-.

#UntukSeseorangYangTakBisaKusebutNamanya, i feel so comfortable when i having a conversation with you. Entah rasa nyaman seperti apa. Nyaman sebagai teman, atau lebih, atau.......entahlah. Tapi kau tenang saja mas, aku akan mengendalikan perasaan lebay ini hanya sebagai teman. Ora lebih. Seperti janjiku padamu #kedipkedipmanja.

In this week, i’ll try to have a conversation with another guy. But, my mind is always thinking that you are the-best-partner to chat.:) ini gak boong loh kakandaaaaa!
I don’t know why. Hingga saat ini, this feeling can killing me step by step. It’s not lack of love, but a lack of 
friendship, poor me. Yeah, poor me. #mampangmukasedih.

Intinya, saya sedang terjebak friendzone. Demi matahari yang bersinar cerah siang ini, lebih ngeri terjebak friendzone daripada terjebak nostalgia. Sungguuuuuuhhhhh! Tapi kamu tenang aja, sesuai janjiku padamu, aku akan mengubur perasaan ini hidup hidup. And, i’ll do my promise, for sure, dude!:)

Dan aku akan nganggep kamu seorang pengecut kalo kamu ngejauh karna masalah begini. Sungguh.

Udah dut,udah. Oke segitu aja unek unek dikepala ai yang mau ai sampaikan pada yu. Enough!:p

Oke lanjooooooot.

Di setiap friendzone akan ada salah satu yang dibodohi. Hal itu akan direalisasikan oleh “dia udah bahagia sama orang lain, tapi kamu masih disitu aja.” (jleb gak tuh)

“don’t ever force someone to love you. If they don’t, they don’t... let go and move on, it may  be hard but you deserve better ;-)” – Aura Febrina.

Lebih ga bisa berkutik terjebak friendzone daripada terjebak nostalgia. Dan sesungguhnya “friendzone” itu membuat pecel ayam terasa hambar.

Sekali lagi ditekankan, friendzone itu kondisi dimana seseorang hanya dianggap teman saja. Yap Cuma teman brohhh~

Bagi yang mengalami friendzone kaya gue gini nih, lebih baik lupain ajadeh. Tekankan prinsip gue ‘selamanya kita akan menjadi teman. Ga akan lebih dari itu.’ Temenan itu lebih asik kok daripada pacaran. Trust me. Kalo pacaran kan bisa putus, jelas beda sama temenan yang bisa awet selamanya:p (ini sebenernya gue lagi menguatkan diri sendiri,bro).

Walaupun menyebabkan konflik batin yang berkepanjangan, namun yakinlah bahwa kamu akan menemukan yang lebih lebih lebiiiiihhhhh baik dari dia. Hidup masih panjang mbak,mas.

Untuk yang sedang mengalami friendzone kaya gue ini (sebut saja raisa kw super), coba dengerin lagu ‘friends, lovers, or nothing – john mayer.” Inget, jangan galau. Yang penting diresapi aja liriknya #lalukabur.

Demikian gejolak hati dari seorang korban friendzone, sebut saja fidut si raisa kw super. Seorang mahasiswi akuntansi universitas islam indonesia, angkatan 2012. Sekian.